Laporan wartawan Banjarmasin Pos, Muhammad Elhami
TRIBUNNEWS.COM, PARINGIN -Hujan deras mengakibatkan jalan yang menghubungkan Desa Beramban dan Desa Bihara, Kecamatan Awayan, mengalami longsor.
Akibatnya, pengendara roda dua maupun roda empat yang melewati jalan itu harus ekstra hati-hati. Demikian pula pelajar dari kedua desa, yang menjadikan jalan tersebut sebagai akses menuju sekolahnya di Awayan. Sebab, letak longsornya jalan, tepat di pinggir jurang.
Berdasarkan pantauan BPost, kondisi longsor memang belum memakan separuh jalan. Dari perkiraan, kurang lebih jalan yang terkena longsor sepanjang 100 meter, lebarnya enam meter ke tengah jalan.
Yang menakutkan adalah kedalaman jurang sekitar hampir 10 meter, yang di bawahnya terdapat sungai. Bagian longsor terlihat bekas tergerus air sungai yang meluap saat hujan deras setengah bulan lalu.
Kondisi ini diperparah dengan belum adanya tanda peringatan hati-hati yang dipasang, jika lewat jalan tersebut, warga yang memasang sebilah kayu sebagai tanda bahwa ada jalan longsor.
Terpantau, retakan juga mulai terlihat hampir di tengah jalan, hal ini tentu saja akan semakin parah jika dalam beberapa waktu dekat ini kembali terjadi hujan deras, bisa saja separuh jalan akan longsor.
Tokoh masyarakat setempat Samsi membenarkan bahwa longsornya jalan tepat setengah bulan yang lalu, akibat hujan deras, air sungai meluap sehingga arusnya deras mengikis tanah sehingga longsor.
"Di bawah jalan ini tanahnya sudah separuh, kami takut aspal ini akan runtuh. Kami hanya bisa memberi tanda pakai kayu sebilah, kami juga sudah melaporkan ke desa," ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Beramban, Sumidri mengaku sudah melaporkan ke instansi tekait seperti PU dan BPBD Balangan. Namun belum ada tanggapan.
"Kami berharap ada penanganan secepatnya, jika dibiarkan takutnya jalan akan putus, apalagi jika hujan deras kembali terjadi, semakin parah," ucapnya.
Terpisah, kepala BPBD Balangan Alive Yoesfah Love mengaku sudah mendapatkan laporan dari warga tersebut soal jalan longsor, karena akibat hujan deras, maka BPBD langsung meninjau kelapangan bersama dinas PU.
"Kami langsung tanggapi turun langsung untuk melihat kondisinya, ternyata cukup parah, jika dibiarkan akan semakin longsor," ujarnya Mantan Camat Paringin Selatan ini.
Dilapangan katanya BPBD dan dinas PU melakukan pengukuran terlebih dulu, melihat kondisi seberapa parah, dan nanti baru dirumuskan.
"BPBD mencoba akan mengusulkan dana ke BNPB Pusat, karena ini gara-gara bencana alam, mudahan ada peluang secepatnya," ungkapnya.
Sementara ini lanjutnya, mengimbau warga yang melintas terlebih dulu harus hati-hati, apalagi malam hari, jika ada alternatif jalan lain, lebih gunakan jalan tersebut.
"Melihat tingkat kerusakan perbaikan rencananya akan dibuatkan jembatan dengan kontroksi baja," pungkasnya.