Dipimpin Prajurit Kepala Arifuddin, kegiatan mengajar dimulai pukul 08.00 sampai pukul 12.00 WIT.
Hanya ada 8 guru di Negeri Mamala padahal seharusnya 15 orang. Delapan orang itu harus mengajar 30-40 murid per kelas.
Tiga prajurit kostrad yang mengajar sudah dapat pembekalan teknik mengajar