Apalagi tahun ini ada sekitar 80 triliun rupiah obligasi korporasi yang akan jatuh tempo. Utang obligasi yang jatuh tempo bulan maret ini saja hampir menyentuh 10 triliun rupiah.
Selain itu ada juga obligasi global dalam valuta asing yang akan jatuh tempo sekitar dua miliar dollar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat kebutuhan untuk menerbitkan surat utang juga mengalami kenaikan.
Tidak hanya itu penerbitan obligasi juga bakal marak karena bank masih belum agresif menyalurkan kredit.