Surprise Me!

Cerita Arie Kriting Dilarang Berkata Merdeka dalam Berkomedi

2019-02-14 108 Dailymotion

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Pelawak Arie Kriting mengisahkan pengalamannya dilarang berkata "merdeka" dalam lawakannya.

Hal tersebut dinyatakannya saat menghadiri acara Amnesty International di sebuah hotel, Jalan Prajurit KKO Usman Harun, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).

Saat itu dirinya melakukan stand up comedy untuk sebuah acara di Papua, yang dihadiri pejabat pemerintah.

Sebelum mengisi acara tersebut dirinya diarahkan untuk tidak berkata mengenai hal-hal yang menjurus pada dukungan gerakan separatis.

"Ini saya may berkomedi di atas panggung, di-briefing di belakang panggung, ada pemerintah yang menonton, tapi ini (pemerintah) periode sebelumnya, dari penonton. Tahun 2014 (waktu itu) saya di-briefing, jangan bicara masalah merdeka. Dalam hati saya merasa tersinggung sekali," kata Arie Kriting.

Arie Kriting menganggap bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, seusai dengan Pembukaan UUD 1945 yang sering dibacakan ketika upacara pengibaran bendera Merah-Putih di sekolah-sekolah.

Tak terima dengan arahan tersebut, Arie Kriting tetap berkata "merdeka" sebanyak tiga kali di atas panggung.

"Merdeka, merdeka, merdeka, bukan karena saya melawan. karena saya tidak terima. Begini, kalau tampil rambut kriting, kulit hitam, mata menyala ini ketika bicara merdeka kalian merasa takut, panik atau batasi kita, maka itu kemerdekaan yang seperti apa?" tambah Arie Kriting. (*)