Penyidikan polisi tak hanya soal kerajaan halu. Namun juga kelompok yang diduga akan melakukan makar.
Polisi menangkap orang yang diduga pimpinan Negara Rakyat Nusantara setelah videonya viral dan menyebut pembubaran NKRI.
Video di YouTube soal Negara Rakyat Nusantara menjadi viral karena menyebut-nyebut soal pembubaran NKRI.
Video ini diunggah pada tahun 2015 lalu dan membuat polisi turun tangan karena ada pernyataan ingin mengganti NKRI dengan Negara Rakyat Nusantara.
Pernyataan orang di video ini mendorong polisi untuk bergerak.
Hingga akhirnya Bareskrim Polri menangkap seseorang bernama Yudi Syamhudi Suyuti yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Negara Rakyat Nusantara.
Selain soal makar, tersangka juga disidik atas penghinaan kepada penguasa.
Pasca penangkapan pimpinan Negara Rakyat Nusantara, keluarga tersangka mengklaim Yudi Syamhudi semata-mata hanya untuk kepentingan penelitian.
Keluarga menilai pasal makar yang disangkakan oleh penyidik Polri terlalu berlebihan dan meminta polisi menangguhkan penahanan pelaku.