Surprise Me!

Otoritas Tiongkok Menganiaya Wanita Lumpuh yang Menolak Pembongkaran

2020-12-19 3 Dailymotion

Seorang wanita lumpuh di Tiongkok menceritakan kisahnya tentang mencari keadilan dari otoritas Tiongkok. Selama 7 tahun, dia menderita di tangan rezim, dari penyerangan hingga dirawat di rumah sakit. Semuanya, karena menolak untuk menyerah pada pembongkaran paksa rumahnya.

Seorang wanita Tiongkok lumpuh, menderita penyerangan di tangan sekelompok gangster. Dia mengatakan mereka dipekerjakan oleh otoritas Tiongkok, dan membagikan detailnya kepada kami dalam sebuah wawancara.

Dia menceritakan bahwa penyerangnya tiba-tiba masuk ke rumahnya, menelanjanginya, menyeretnya keluar dengan ditarik rambutnya, dan memukulinya dengan pentungan.

Semua itu, karena dia menolak untuk dievakuasi dari rumahnya, setelah petugas mengalokasikan propertinya untuk pembongkaran paksa.

Namanya adalah Li Chunxia. Dia bilang, dia telah memperjuangkan haknya selama 7 tahun. Dia sedang berada di rumah bersama suaminya pada suatu pagi di tahun 2013, ketika, tanpa peringatan atau pemberitahuan hukum, ekskavator datang untuk menghancurkan rumah mereka, dengan mereka yang masih berada di dalam.

Dia dibayar 23 ribu Dolar (Rp 325 juta) sebagai kompensasi atas propertinya, serta gudang kecil yang belum direnovasi untuk ditinggali.

Dia mencari keadilan melalui platform media sosial online dan sistem hukum Tiongkok, namun dia menghadapi hambatan besar. Dia mengatakan kepada kami bahwa dia belum menemukan keadilan yang dia cari, dan hanya ingin martabatnya kembali.

-------------

Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)”
New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global.
Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok)

Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/
Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan
Donasi dukung kami: https://ntdindonesia.com/donasi/

#penganiayaan #lumpuh #pembongkaran #penggusuran #tiongkok #ekstrim #warga #rakyat #cina #china #pkt #partaikomunistiongkok #tanah #bangunan #korban #rumah #tempattinggal