Single “Delusi” bercerita tentang sosok yang terobsesi pada keyakinan dan pikirannya sendiri, sampai-sampai ia tutup mata terhadap kenyataan di sekelilingnya. Lagu ini terinspirasi dari fenomena gangguan kejiwaan yang disebut Delusi Erotomania.
Penderita delusi Erotomania biasanya merasa jatuh cinta dan tergila-gila kepada seseorang, serta punya keyakinan kuat kalau ia juga dicintai balik oleh orang tersebut. Padahal, kenyataannya tidak begitu. Alhasil orang-orang yang mengidap gangguan ini kerap berlaku di luar kewajaran hingga dianggap sebagai penguntit atau fans yang terlalu fanatik.
”Ya intinya lagu ini lucu-lucuan aja sih, semacam komedi kecil tentang orang fanatik. Mau diartikan jadi apa, bebas. Suka-suka yang denger lah. Yang jelas kami bermusik untuk hiburan, memberi pengobat sepi untuk diri sendiri dan orang lain,” seloroh Ina sang frontwoman.