Surprise Me!

Warga Ancam Buru Gajah Liar, Malah Kena Semprot Tenaga Ahli Menteri LHK

2023-02-13 69 Dailymotion

Sejumlah warga yang berprofesi sebagai petani sawit di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, mengancam akan membunuh gajah liar yang masuk ke wilayah perkebunannya. Pernyataan tersebut pun mendapatkan respons dari Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Afni Zulkifli.

Afni Zulkifli mengingatkan kalau warga, terutama yang berprofesi sebagai petani sawit tidak boleh semena-mena terhadap gajahnya.

Dia menjelaskan kalau gajah merupakan makhluk sosial yang hidup secara berkelompok dan makhluk yang menyusui anaknya, sama seperti manusia.

Menurutnya, jalur yang dilewati oleh sekelompok gajah adalah jalur yang biasa dilewatinya sejak puluhan tahun atau lebih. Afni juga menjelaskan bahwa gajah tidak pernah melewati jalur yang acak atau berbeda-beda.

Satwa itu, kata Afni, puluhan tahun akan melewati jalur atau lokasi yang sama, tidak berganti-ganti setiap hari atau bahkan hingga akhir masa hidupnya.

Afni mengatakan dalam kondisi tersebut, gajah tidak mengerti bahwa bangunan yang ada di jalurnya itu adalah rumah. Sehingga, sekelompok gajah akan tetap menerobos jalur tersebut, meski sudah ada bangunan rumahnya.

Sekalipun itu lubang kanal, kata Afni, seekor gajah tidak akan mengerti dan akan menerobosnya. Bahkan, bayi gajah kalau masuk ke dalam lubang tersebut akan mati.

Dia juga menjelaskan kalau gajah tidak mengerti batas administratif, sehingga akan menerobos selama itu jalur yang biasa dilewatinya.

Tenaga Ahli Menteri LHK itu juga menegaskan di depan warga dan pihak kepolisian, bahwa gajah itu satwa dan tidak punya akal.

Selain itu, manusia sebagai makhluk yang paling mulia di sisi Sang Pencipta, menurut Afni, seharusnya diberikan hati dan akal dapat merespons dengan bijak kasus masuknya gajah ke perkebunan sawit tersebut.

Sementara itu, dalam unggahannya, akun Instagram @undercover.id menambahkan narasi yang menjelaskan bahwa kasus gajah yang menghantui perkebunan sawit milik warga Pangkalan Kuras itu sudah terjadi selama dua pekan terakhir.

Menurutnya, ratusan tanaman kelapa sawit milik warga mengalami kerusakan akibat sekelompok hewan yang bertubuh besar itu.