Di suatu tempat di Inggris, tersembunyi jauh di balik riuh" /> Di suatu tempat di Inggris, tersembunyi jauh di balik riuh"/>
"Cermin Berdarah: Kisah Bloody Mary"
Di suatu tempat di Inggris, tersembunyi jauh di balik riuhnya sejarah dan megahnya istana tua, ada sebuah kisah yang tak pernah dicatat dalam buku sejarah resmi. Sebuah kisah yang hanya dibisikkan dari mulut ke mulut—terlalu menyeramkan untuk dijadikan bahan pelajaran, terlalu gelap untuk dibicarakan di siang hari.
Namanya Mary. Beberapa menyebutnya Mary Tudor, sang Ratu berdarah yang mengeksekusi ratusan orang karena keyakinan mereka. Tapi kisah ini bukan tentang seorang ratu… ini tentang sesuatu yang jauh lebih tua, lebih kelam, dan jauh lebih haus darah daripada ratu mana pun dalam sejarah Inggris.
Kisah ini hidup di balik cermin.
Konon, jika seseorang berdiri di depan cermin pada malam hari, mematikan semua lampu, dan menyebut namanya tiga kali—Bloody Mary… Bloody Mary… Bloody Mary…—maka ia akan datang.
Pertama, kau akan melihat sesuatu yang tampak seperti bayangan.
Lalu, udara di sekitarmu akan menjadi dingin, begitu dingin hingga napasmu mengepul.
Dan jika kau cukup sial… atau cukup bodoh untuk tidak lari saat itu juga… maka kau akan melihat wajahnya: pucat, penuh luka, matanya hitam legam, dan darah menetes dari mulutnya seperti air mata.
Orang-orang bilang itu cuma permainan anak-anak.
Tapi jika itu hanya permainan… mengapa begitu banyak cerita tentang orang-orang yang hilang setelah mencobanya?
Mengapa ada laporan kaca pecah, kamar mandi kosong yang terkunci dari dalam, dan pesan-pesan samar tertulis di cermin dengan sesuatu yang terlihat seperti darah?
Beberapa percaya Mary adalah arwah seorang wanita yang difitnah sebagai penyihir. Ia dibakar hidup-hidup di tengah malam, tubuhnya meleleh sementara penduduk desa bersorak. Ia mati dengan tatapan penuh dendam—dan sumpah bahwa ia akan kembali, dari balik bayangan dan pantulan, untuk mencari mereka yang berani memanggil namanya.
Yang lain percaya dia adalah roh dari seorang ibu yang kehilangan anaknya dalam ritual pemanggilan arwah yang salah. Wajahnya berubah menjadi simbol kutukan bagi siapa saja yang mencoba bermain-main dengan dunia arwah.
Satu hal yang pasti—cermin bukan lagi benda yang aman setelah kau tahu kisah ini.
Cermin menjadi gerbang.
Sebuah batas tipis antara dunia kita… dan sesuatu yang mengintai dari balik kegelapan.
Dan jika suatu malam kau merasa sendirian di kamar mandi… tapi tiba-tiba merasa seperti ada yang mengawasi dari balik bayangan kaca…
Jangan lihat.
Jangan bicara.
Dan jangan pernah, jangan pernah ucapkan namanya.
Karena Mary tidak lupa.
Mary tidak memaafkan.
Dan Mary… masih haus darah.