JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik merespons positif gerakan #SaveRajaAmpat berujung kemenangan kecil, yakni pemerintah mencabut empat dari lima izin usaha pertambangan (IUP) yang ada di kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Adapun izin pertambangan yang dibiarkan tetap beroperasi yakni milik PT Gag Nikel yang berada di pulau Gag.
Meski demikian, Iqbal juga merasa sedih, lantaran ketika masyarakat Raja Ampat ingin menyuarakan itu, mereka harus menunggu #SaveRajaAmpat sebesar ini kemudian baru direspons pemerintah.
Padahal ruang hidup yang layak untuk ditinggali adalah hak kita sebagai warga negara.
"Ini mempertegas bahwa pemerintah atau kondisi saat ini adalah no viral, no justice. Enggak ramai, enggak digubris," katanya.
Rosianna Silalahi juga bertanya kepada Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, yang dikenal aktif di media sosial, mengapa tidak ikut dalam gerakan #SaveRajaAmpat.
"Saya akhir-akhir ini sebetulnya lebih banyak memperhatikan isu Palestina, sehingga saya tidak terlalu sadar ada hashtag itu," ujarnya.
"Ah masa? Itu luas sekali Gus Ulil," lanjut Rosi.
"Iya cuma kan saya tidak terlalu memperhatikan syarat serius soal tagar ini. Saya ter-trigger hanya karena dicolek oleh seorang teman, lalu saya berikan komentar, dan kemudian komentar itu ramai sekali. Di dalam kebijakan publik kita selalu berhadapan dengan kemaslahatan yang banyak. Tapi pada saat yang sama, kita juga berhadapan dengan mafsadat (bahaya)," jelasnya.
Lebih Lanjut Gus Ulil juga mengatakan dengan membuka konsesi tambang lebih luas dan melibatkan masyarakat sipil, maka membuka akses lebih luas pengelolaan tambang, tidak hanya dikelola oleh korporasi dan BUMN.
Saksikan selengkapnya di sini: https://youtu.be/Mdnt29MOemc
#tambang #nikel #rajaampat #saverajaampat
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/599197/gerakan-saverajaampat-muncul-tambang-nikel-untuk-siapa-rosi