Beberapa waktu terakhir, virus Nipah menjadi sorotan karena kasusnya di India membuat sejumlah negara Asia meningkatkan pengawasan di bandara. Virus ini memiliki fatality rate yang tinggi sampai 75 persen dan sampai saat ini belum ada vaksin untuk pencegahan.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof dr Dominicus Husada, SpA, Subsp IPT mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah pernah ditemukan di Indonesia, tapi pada hewan kelelawar. Seperti yang diketahui, asal penularan virus Nipah memang berasal dari kelelawar atau babi.
"Penular utama sekali lagi adalah kelelawar buah (Pteropodidae) sebagai inang alami, memang aslinya dia yang berperan, negara kita termasuk yang punya kelelawar ini dan sudah ditemukan virusnya pada kelelawar, tapi pada orang memang belum," ungkap Prof Husada dalam konferensi pers, Kamis (29/1/2026).
Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)
#Riauonline #Riauonlinecoid #virusnipah
Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.
Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU
Jangan lupa subscribe yaa..
Follow Juga akun Sosial Media kami
https://www.facebook.com/RiauOnlin
https://twitter.com/red_riauonline
https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id
https://www.tiktok.com/@riauonline1
https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR
https://sck.io/u/j3hlxrGg