Sumba Barat Daya — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto menjadi berkah tersendiri bagi peternak lokal. Salah satunya yang dirasakan Benediktus Dalupe, peternak telur asal Desa Kadi Pada, Kecamatan Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum adanya program MBG, Benediktus kerap kesulitan memasarkan telurnya. Dia biasanya memasok telur ke penjual retail, tapi penjualannya tak stabil. Selain itu, pembayaran juga tak pasti.
Program MBG mengubah nasib Benediktus. Dalam kurun enam bulan terakhir, dia bisa memasok rata-rata 4.000 butir telur per hari ke dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tanamanda. Bahkan, ketika permintaan sedang tinggi, dia kerap kewalahan untuk memenuhinya.
Kegembiraan Benediktus bukan dari situ saja, dia senang karena bisa ikut berkontribusi memenuhi kebutuhan protein anak-anak di NTT. Sebelum ada MBG, warga NTT mendapat suplai telur dari luar NTT, terutama dari Jawa. Tentu kualitasnya tak bisa terjaga karena membutuhkan waktu dan perpindahan tempat.
Benediktus yang memiliki 6.000 ekor ayam petelur baru bisa menyuplai telur ke satu SPPG secara reguler. Per pengiriman dia menyuplai hingga 25 ikat telur atau sekitar 3.600 butir. Pengirimannya dilakukan dalam 3 hari per minggu, yakni pada Minggu, Selasa, dan Kamis.
Tingginya permintaan terhadap telur juga menimbulkan efek berantai yang positif. Permintaan jagung yang merupakan pakan utama ayam juga ikut melonjak. Artinya, petani jagung di sekitar kandang ayam mendapat pasar baru. Dan tentu saja membuka lapangan kerja lokal dan menumbuhkan ekonomi desa.
Pro TV - Televisi Digital Berjaringan
Pro TV (@protv_id) bagian dari ekosistem Promedia Teknologi Indonesia (@promediateknologi)
-
SUBSCRIBE OFFICIAL CHANNEL YOUTUBE :
@protv_official | PROMEDIA TV
www.protv.id
#mbg #makanbergizigratis #telur #sumbabaratdaya #ntt #ayampetelur #lapangankerja #prabowo #prabowosubianto #ProTV