Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan rezim zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.
Tewasnya Khamanei meninggalkan lubang besar dalam sistem kenegaraan Iran. Negeri Para Mullah kini menanti siapa yang akan menjadi "Ayatollah" berikutnya.
Sebuah gelar kerap membawa beban sejarah panjang dan aura intelektual tersendiri, begitu pula "Ayatollah". Layaknya sebuah tanda di cakrawala, gelar ini menjanjikan cahaya spiritual dan hukum, sekaligus mengundang rasa penasaran: siapa tepatnya yang pantas menyandangnya?
Kata Ayatollah berasal dari bahasa Arab dan Persia, terbentuk dari "āya" (tanda/mukjizat) dan "Allah" (Tuhan), yang secara harfiah berarti "tanda Tuhan" atau "refleksi Tuhan" di bumi .
Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)
#Riauonline #Riauonlinecoid #gelarayatollah #iran
Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.
Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU
Jangan lupa subscribe yaa..
Follow Juga akun Sosial Media kami
https://www.facebook.com/RiauOnlin
https://twitter.com/red_riauonline
https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id
https://www.tiktok.com/@riauonline1
https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR
https://sck.io/u/j3hlxrGg