Tekanan pada nilai tukar Rupiah hingga awal Juni 2026 dipicu oleh sentimen global yang kuat serta fenomena risk-off di pasar keuangan, diperparah dengan ekspektasi pasar bahwa Federal Funds Rate (FFR) akan kembali naik sebesar 25 bps di tahun 2026 yang mendorong penguatan Indeks Dolar AS.
Meski demikian, Pemerintah menilai bahwa pelemahan Rupiah saat ini berpotensi mencerminkan kondisi overshootingatau undervalued, karena fundamental ekonomi domestik sebenarnya tetap kuat.
Untuk merespons tekanan tersebut, Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen memperkuat sinergi fiskal-moneter guna meningkatkan kepercayaan investor serta meningkatkan likuiditas valas domestik, termasuk melalui tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE). Dengan perbaikan kepercayaan investor dan potensi aliran modal masuk (inflow) dari investasi FDI maupun portofolio, Rupiah diproyeksikan memiliki ruang untuk kembali membaik secara bertahap pada periode Juni hingga Desember 2026.
Creative/Video Editor:Leo/Vanya
#MenKeu #Rupiah #Anjlok
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom