JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari meminta publik tidak terfokus pada polemik istilah "londo ireng", yang diucapkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, yang lebih penting adalah substansi pidato yang berisi komitmen pemerintah memperjuangkan kepentingan rakyat.
Qodari enggan menanggapi kritik terhadap pernyataan Presiden Prabowo, yang menyebut jurnalis dan pengamat dengan istilah "londo ireng".
Ia mengajak awak media, untuk tidak terlalu memperdebatkan istilah tersebut. Menurutnya, rangkaian pidato presiden secara keseluruhan berfokus pada upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Sebelumnya, empat organisasi profesi wartawan di Malang Raya, melakukan aksi jalan mundur sebagai bentuk protes, atas kemunduran demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.
Ketua AJI Malang, Benni Indo bilang, pernyataan Presiden Prabowo yang menyamakan jurnalis dengan londo ireng, sangat tidak pantas. Atas pernyataanya tersebut, mereka mendesak presiden untuk meminta maaf.
Baca Juga Kepala Bakom RI Tanggapi Istilah Londo Ireng yang Disebut Prabowo dalam Pidato | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/682892/kepala-bakom-ri-tanggapi-istilah-londo-ireng-yang-disebut-prabowo-dalam-pidato-kompas-siang
#londoireng #prabowo #bakomri #jurnalis
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682924/kepala-bakom-ri-qodari-soal-polemik-londo-ireng-pidato-prabowo-yang-penting-substansi-pidato