Sejumlah video yang beredar di media sosial dan diklaim memperlihatkan bus pengangkut massa aksi menuju Jakarta ternyata berasal dari konteks berbeda. Hasil penelusuran menunjukkan sebagian rekaman berkaitan dengan bus penjemput karyawan, kegiatan study tour, dan perjalanan wisata, sehingga narasi mobilisasi massa yang dilekatkan pada video tersebut tidak sesuai dengan peristiwa aslinya. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa video yang asli sekalipun dapat menyesatkan jika diberi keterangan yang salah. Sebelum membagikan informasi, masyarakat perlu memeriksa sumber pertama, tanggal unggahan, lokasi, ciri kendaraan atau bangunan, serta membandingkannya dengan pemberitaan terpercaya dan kanal pemeriksaan fakta. Jangan hanya percaya pada visual—cek konteks, pastikan fakta, baru sebarkan.